ads
ads

CERPEN "KECERDIKAN ABU NAWAS"

 


CERPEN "ABU NAWAS YANG CERDIK

Sponsor Click https://advertising3.odoo.com


Tersiarlah kabar akan kecerdikan si Abu Nawas, dan sampailah kabar angin tersebut ketelinga baginda, sehingga itulah yang membuat baginda raja memerintahkan anak buahnya untuk segera mencari si Abu Nawas, supaya segera menghadapnya, dan pasukanpun bergegas mencari kekediaman si Abu Nawas untuk membawanya ke istana, setelah tiba di istana, Baginda Raja menyambut Abu Nawas dengan maksud menguji kecerdikannya. dan berkata "Hai Abu Nawas aku ada pertanyaan untukmu, apabila kamu dapat menjawab maka kau akan mendapat 1000 tail emas, dan apabila kamu gagal maka kamu akan mendapatkan hukuman dan kujebloskan dalam penjara." (Karena banyak orang orang yang dipanggil baginda namun gagal dan mendapatkan hukuman) lalu baginda memulai pertanyaan, “Akhir-akhir ini aku sering mendapat gangguan angin yang menyerang diseputar perutku ini.” kata Baginda Raja memulai pembicaraan. lalu dijawab abu nawas “Ampun Tuanku, apa yang bisa hamba lakukan, sedangkan hamba hanya abdi istana biasa.” lantas dengan lantang baginda berkata lagi kepada abu nawas “Aku hanya ingin supaya engkau menangkap angin dan memenjarakannya.” perintah Baginda kepada abu nawas.

namun Abu Nawas hanya diam. tak sepatah kata pun keluar dari mulutnya. la bingung memikirkan bagaimana caranya menangkap anginnya nanti, Karena anginkan tidak bisa dilihat, hanya berupa gas, tidak seperti halnya air walaupun tidak berwarna tetapi masih bisa dilihat. Sedangkan angin tidak, dengan perasaan tunduk abu nawas berkata "Tuanku yang mulia bolehkah saya mengajukan satu permintaan?" dijawab oleh baginda "tentu saja boleh, katakan itu" kata baginda kepada Abu Nawas, mulai abu nawas berkata "Tuanku yang mulia, apabila nanti aku dapat menjawab pertanyaan baginda, saya tidak meminta 1000 tail emas tetapi meminta supaya saya bisa menjadi pengawal baginda, dijawab oleh baginda "Baiklah, sekarang pulanglah dan segera cari jawabannya, aku beri waktu kamu selama tiga hari, silahkan pulang" 

tetapi sudah dua hari ini Abu Nawas belum juga mendapat akal untuk menangkap angin apalagi memenjarakannya. sedangkan besok adalah hari terakhir yang telah ditetapkan Baginda Raja. Abu Nawas hampir putus asa. Abu Nawas benar-benar tidak bisa tidur walau hanya sekejap. ditengah kalapnya menunggu hari esok, sambil berjalan tiba tiba kakinya menyenggol sebuah botol lalu spontan kentut : "Duut!!!", tiba tiba abu nawas tertawa dan ketemu jawabannya, dalam benaknya terpikir kalau kentut adalah angin yang ditangkap dimasukkan kedalam botol", tidak terasa tibalah waktunya pengawal menjemputnya untuk menghadap ke istana, si Abu Nawas segera menyiapkan segala sesuatunya kemudian menuju istana. 

Di pintu gerbang istana Abu Nawas langsung dipersilahkan masuk oleh para pengawal, Dengan tidak sabar Baginda langsung bertanya kepada Abu Nawas.“Sudahkah engkau berhasil memenjarakan angin, hai Abu Nawas?” dijawab dengan abu nawas “Sudah Paduka yang mulia.” dengan muka berseri-seri sambil mengeluarkan botol yang sudah disumbat. Kemudian Abu Nawas menyerahkan botol itu. Baginda menimang-nimang botol itu. “Mana angin itu, hai Abu Nawas?” tanya Baginda....“Di dalam, Tuanku yang mulia.” jawab Abu Nawas penuh takzim. “Aku tak melihat apa-apa.” kata Baginda Raja. "Ampun Tuanku, memang angin tak bisa dilihat, tetapi bila Paduka ingin tahu anginnya, bukalah tutup botol itu paduka,” kata Abu Nawas kepada baginda, Setelah tutup botol dibuka Baginda mencium bau busuk. Bau kentut yang begitu menyengat hidung. dan dengan tertawa baginda berkata "Laa..benar juga engkau hai Abu Nawas, kentut adalah angin yang engkau tangkap untuk dimasukkan kedalam botol, aku memuji kecerdikanmu, dan mulai sekarang engkau boleh daftar menjadi pengawalku, dan 1000 tail emas bawalah sebagai bonusnya, "Selamat atas keberhasilanmu,,,,"


CUPLIKAN VIDEO MUSIC














0 Komentar untuk "CERPEN "KECERDIKAN ABU NAWAS""

Back To Top